SURAT TERAKHIR CHRISTOPER

SURAT TERAKHIR CHRISTOPER

Mario Gracela, terus menggenggam sepucuk surat bersampul biru. Ya, surat terakhir Christoper, anak semata wayangnya, sesaat sebelum ajal menjemput.

Seluruh sanak keluarga yang hadir, duduk terdiam. Tak ada yang berani mengambil suara, walau hanya mendesah sekalipun. Semua tegang, ingin tahu apa isi surat Christoper.

Christoper, menghembuskan nafas terakhir tepat di usianya yang ke 11 tahun. Ia dilahirkan dari keluarga petani kaya raya, di daerah San Paulo, Chile, sebuah kawasan pertanian termaju di negara itu.

Ia meninggal setelah bertahun-tahun menderita kanker darah, akibat paparan kimia berbahya dari berbagi obat pertanian yang merasuki seluruh produk pangan di wilayah itu dan lingkungannya.

Padahal Christoper, termasuk anak priyayi Chile, yang jarang menyentuh lahan pertanian, apalagi bergelut dengan obat-obat kimia di ladang.

Tetapi suratan takdir, telah bicara. Christoper meninggalkan bundanya tercinta Mariane. Dan sepucuk surat yang digenggam ayahnya, tertulis Dear Mom….( untuk bundanya tercinta ).

***

Suasana terasa mencekat. Ketika Mario Gracela perlahan-lahan membuka sampul surat warna biru. Mariane, tampak matanya berkaca-kaca, nafasnya sesak menghunjam dada.

Dengan sedikit gemetar Mario Gracela membaca, baris demi baris surat terakhir anak lelaki satu satunya, itu.

Dean Mom…

Mom, maafkan aku, jika aku nakal. Pap, maafkan jika aku nakal. Chris, tahu umurku tidak bakal lama. Aku tahu aku tidak mungkin sembuh dari kanker darah yang menggerogoti tubuhku, karena sel-sel darahku telah ppecah berhamburan.

Mom, maafkan aku, jika surat ini aku tulis, membuatmu sedih.

Mom, aku sempat membaca banya tulisan, dan aku harap mama membacanya juga, agar kelak jika aku punya adik, tidak mati muda sepertiku.

Listen Mom, bayi ternyata bisa terkena paparan pestsida melalui ASI. Ketika pestisida memasuki tubuh ibu, mereka juga masuk ke organ-organ seperti hati atau ginjal dan hanya dapat dikeluarkan melalui urine, kotoran, atau keringat.

Pestisida juga masuk ke bagian tubuh yang berlemak dimana pestisida akan berkumpul. Salah satunya adalah buah dada wanita. Ingatlah bahwa organ-organ tubuh lain dan semua bagian tubuh yang berlemak dapat terkontaminasi.Daripada berhenti memberi ASI lebih baik kita berhenti menggunakan pestisida.

Mom, maafkan aku,  aku tidak ingin kalau aku punya adik nanti cacat. Karena ternyata banyak jenis pestisida yang masuk melalui kulit juga dapat masuk melalui ari-ari dan mempengaruhi bayi di dalam rahim. Sebuah artikel menyatakan, adanya hubungan antara ibu yang terkena pestisida dan cacat pada bayi, terutama pada 3 bulan pertama kehamilan. Karena pada masa inilah organ bayi sedang terbentuk. Dan memiliki potensi cacat.

Mom, aku memang bukan anak lelaki yang cerdas, tetapi aku banyak membaca. Dan selama aku dirawat di rumah sakit, aku semakin banyak membaca. Dan aku tahu kenapa selama ini aku dilarang menyentuh obat-obat pertanian, pestisida. Aku juga tahu kenapa aku harus memakai masker saat ke ladang, dan yang aku sangat tahu, ternyata hasil pertanian yang ditanam nenek Neonce dan kakek Ibram, dulu, lebih sehat bahkan lebih baik untuk kita makan dibanding hasil pertanian yang ayah kerjakan sekarang.

Arena nenek dan kakek tidak meracuni makanan dengan banyak kimia. Maafkan aku ayah, jika suratku ini membuatmu sedih…maafkan aku Mom…

Love, Chistoper…

***

Semua tertunduk, menahan tangis, amarah, geram, dan penyesalan campur aduk menjadi satu. Semua menyesal kehilangan Christoper, menyesal telah meracuni anak lelaki ganteng itu dengan pestisida.***

Santo Mr 2017

Tinggalkan balasan bunda

Alamat Email Bunda tidak akan dipublikasikan Kolom isian yang penting diisi ditandai

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.