Pilih Caesar atau Normal

Pilih Caesar atau Normal

Pilih caesar atau normal-Selama sembilan bulan masa kehamilan, perhatian calon ibu atau ayah biasanya terfokus pada nutrisi ibu. Dan tanpa disadari, pilihan melahirkan jadi dinomorduakan.

Bingung milih persalinan caesar atau normal?

Banyak wanita yang bingung melahirkan normal atau caesar, khususnya ketika anak pertama. Sebagian wanita lebih memilih melahirkan caesar karena bisa dilakukan tanpa rasa sakit. Sebaliknya, yang ingin melahirkan normal mengaku ingin proses alami. Padahal baik caesar maupun normal memiliki risiko yang sama.

Seperti dikatakan Dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG,  risiko melahirkan caesar dan normal sama saja. Kedua cara melahirkan ini akan merusak otot dan jaringan. Maka seharusnya calon ibu harus tahu apa risikonya.

“Ketika hamil, seorang wanita akan mengalami kerusakan jaringan. Otot dasar panggulnya (Otot levator dan spincher) melemah karena harus menanggung beban rahim hingga 50 persen. Dan setelah bersalin, akan ada tekanan pada penyangga panggul. Sehingga akan memengaruhi beberapa penyakit seperti vaginal prolapse atau dikenal ‘turun bero’ dan inkontinensia urin (beser),” jelas Ivan yang ditemui di RS Bunda, Jakarta, dan ditulis Kamis (13/6/2013).

Apa kelebihan melahirkan normal?

Menurut Ivan, wanita yang lahir secara normal, memang pemulihannya cepat dan tidak ada scar (bekas luka). Tapi jika tidak disertai kompensasi seperti olahraga  maka risiko penyakit juga ada. Dan risiko penyakit ini sama seperti wanita lahir caesar.

“Wanita yang lahir normal akan memiliki risiko penyakit seperti pelvic prolapse (kerusakan otot penyangga rahim) dan inkontinesia urin (pipis yang tidak dapat dikontrol),”tegasnya.

Apa saja resiko melahirkan normal atau caesar?

Lahir normal maupun caesar memiliki risiko seperti anterior (rahim turun sampai vagina), pasterior (rahim turun sampai anus), dan uterus (rahim turun sampai kandung kemih). Tapi wanita yang lahir caesar akan memiliki bekas luka yang bisa jadi penyakit juga. Bekas luka bisa menjadi keloid jika terus menerus mendapat gesekan.

Walaupun begitu, Ivan tetap menyarankan bagi semua pasiennya untuk melahirkan secara normal. Karena bagaimanapun tubuh wanita sudah diciptakan Tuhan untuk melahirkan secara normal. “Melemahnya otot dan jaringan juga bertujuan untuk memudahkan wanita melahirkan. Jadi saya tetap menyarankan untuk normal. Tapi setelahnya wanita dianjurkan olahraga kegel rutin,”ungkapnya.

 

 

Satu Komentar

Tinggalkan balasan bunda

Alamat Email Bunda tidak akan dipublikasikan Kolom isian yang penting diisi ditandai

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.