Penyebab Mual di saat Hamil Muda

Penyebab Mual di saat Hamil Muda

Penyebab Mual di saat Hamil Muda – Kehamilan adalah sesuatu yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri yang sudah menikah. Namun, ketika kehamilan itu datang ternyata membawa ujian tersendiri. Walaupun yang langsung merasakannya adalah sang ibu tetapi kehadiran ayah sangatlah berarti bagi ibu maupun janin.

Rasa mual dan muntah ini disebut Morning Sickness. Kondisi ini wajar terjadi pada kehamilan trimester pertama, yaitu 12 minggu. Morning Sickness muncul sampai awal trimester kedua. Terkadang ada pula yang sampai trimester ketiga atau hingga 9 bulan kehamilan.

Bahayakah Morning Sickness?

Jika tidak berlebihan morning sickness sebenarnya adalah bagian dari pertumbuhan janin. Sehingga morning sickness adalah sesuatu yang baik. Kondisi ini pertanda bahwa janin lebih kuat dan tidak mudah gugur. Bagi yang tidak mual justru mempunyai resiko keguguran tiga kali lebih besar.

Ketika rasa mual memuncak, janin menghasilkan hormon chorionic gonadotropin (HCG). Hormon tersebut merangsang indung telur untuk menghasilkan hormon Progesterone. Sehingga kandungan Bunda tetap sehat dan kuat. Namun, ibu sedikit merasakan sakit berupa rasa mual dan muntah.

Kesimpulannya, bersyukurlah bagi Bunda yang Morning Sickness. Hal itu sangat wajar dan malah bertanda baik. Lebih penting untuk menjaga psikologis dan asupan nutrisi Bunda.

Setelah Masa Morning Sickness dilewati

Setelah masa-masa morning sickness dilewati, maka tibalah masa dimana sang ibu malah mudah merasa lapar. Janin mengeluarkan berbagai hormon yang menyebabkan rasa lapar tersebut. Banyaknya nutrisi yang diasup oleh Bunda dimanfaatkan oleh tubuh untuk membangun jaringan payudara. Sehingga ASI siap diproduksi dan terjamin saat bayi sudah lahir.

Morning Sickness yang berlebihan

Rasa mual dan muntah yang berlebihan membuat Ibu hamil dalam kondisi yang berbahaya. Kondisi ini disebut Hiperemesis Gravidarium. Keadaan ini dibagi menjadi tiga tingkatan.

Tingkat 1, muntah terjadi terus menerus hingga ibu hamil merasa lemas, tidak nafsu makan, BB turun, dan nyeri ulu hati.

Tingkat 2, keadaan ibu semakin lemah, apatis, kulit keriput, mata cekung, bau aseton pada napas.

Tingkat 3, kesadaran ibu bisa menurun bahkan bisa sampai koma. Peristiwa hiperemesis gravidarum ini sudah tak wajar karena bisa membuat ibu kekurangan cairan yang juga tak menguntungkan janin. Akibat dehidrasi, maka aliran darah ke janin pun ikut berkurang.

Cara mengatasi mual dan muntah pada awal kehamilan

  1. Makan dalam jumlah sedikit tetapi sering

Jangan langsung makan dengan jumlah atau porsi besar. Makanlah dengan porsi yang sedikit tetapi sering. Makan langsung banyak lebih mudah memicu mual dan muntah.

  1. Bangun tidur dengan bertahap

Ketika Bunda bangun tidur, sebaiknya jangan terburu-buru bangun. Bangunlah perlahan dan bertahap. Pertama membuka mata dulu. Setelah beberapa saat duduk dan kemudian baru boleh berdiri.

  1. Hindari makanan pemicu gas

Makanan pemicu gas antara lain kol, durian,nangka, biji nangka dan lain-lain. Sedangkan singkong dan putih telur juga agak dikurangi ya.

  1. Hindari makanan yang terlalu berminyak dan pedas.

Makanan yang berminyak dan pedas membuat lambung kurang nyaman.

  1. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi
  2. Makanan yang mengandung Vitamin B6

Salah satu cara yang paling mudah konsumsi makanan mengandung vitamin B6 adalah Beras Merah. Vitamin B6 membantu mengurangi rasa mual dan muntah. Pastikan Beras Merah yang Bunda konsumsi adalah Beras Merah Organik ya.

Itulah penyebab dan cara mengatasi rasa mual dan muntah di awal kehamilah. Sehingga Bunda bisa melewati awal kehamilan dengan lebih nyaman. Lakukan tipsnya dan insyaAllah akan baik-baik saja.

omentar

Tinggalkan balasan bunda

Alamat Email Bunda tidak akan dipublikasikan Kolom isian yang penting diisi ditandai

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.