Menyusui Dengan Baik

Menyusui Dengan Baik

Menyusui dengan baik– Tips Latch On Dengan Baik

Menyusui dengan baik- Berikut sebuah pengalaman indah seorang ibu, bagaimana kemudian memutuskan untuk menyusui bayinya dengan sebuah panduan yang baik, setelah mencari banyak referensi baik kepada semasa ibu-ibu menyusui atau dari sejumlah dokter anak.

Kesimpulan yang didapat adalah, menyusui itu penting, sepenuh hati, dengan segala kenyamanan, dan menyusui adalah mengalirkan kasih sayang. Ono moment paling membahagiakan dan akan dirindukan seluruh ibu, dimanapun.

Mungkin ada ibu-ibu yang kurang ‘ngeh’ soal latch on ini, seperti saya. Tapi sekarang kita jadi sama-sama tahu. Agar bayi bisa latch on dengan benar,

Menyusui dengan baik-  Ada tips dari American Pregnancy Association yang bisa kita terapkan:

  • Pastikan ibu duduk dengan sangat nyaman saat menyusui, gunakan penyangga punggung dan kaki.
  • Gunakan bantal menyusui bila ada, ini membantu menyangga tubuh bayi.
  • Posisi perut bayi dan ibu dalam keadaan bertemu atau menempel satu sama lain selama menyusui.
  • Arahkan puting ke mulut bayi dengan memegang payudara.
  • Tempel puting ke hidung atau bibir atas bayi agar ia membuka mulutnya.
  • Bila mulut bayi belum mau terbuka, hindari memaksa puting masuk ke mulut bayi.
  • Posisikan kepala agak ke belakang, jangan sampai dagu bayi menempel ke dadanya.
  • Posisi dagu bayi dalam keadaan menempel dengan payudara ibu, agar bayi dapat latch on ke puting dengan sempurna.
  • Pastikan bagian areola masuk sebanyak mungkin ke dalam mulut bayi, terutama areola bagian bawah.
  • Bila bayi sudah latch on dengan benar, kita bisa melihat gerakan rahangnya dan mendengar suaranya menelan ASI.

Menyusui dengan baik- MANFAAT LATCH ON DENGAN BENAR

Latch on yang benar rupanya bisa mengurangi ketidaknyamanan selama menyusui. Sekarang saya tidak perlu menarik nafas panjang lagi saat bayi menyusui. Tampaknya latch on bayi saya sudah optimal. Frekuensi menyusuinya juga meningkat. Ternyata segitu pentingnya ya latch on dalam menyusui, agar bayi mendapatkan kuantitas asupan ASI yang ia butuhkan secara maksimal.

Bicara kuantitas ASI tentu penting. Namun selain kuantitas, saya dan ibu-ibu yang lagi menyusui juga perlu memperhatikan kualitas ASI. Kenyang saja tidak cukup. ASI yang dikonsumsi bayi harus bernutrisi demi tumbuh kembang bayi. Artinya kita harus memperhatikan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

Kebetulan saya suka makan sayur, ikan, daging yang diolah sendiri. Tapiiii… setelah bayi saya menginjak usia 1 bulan, saya mulai jenuh di rumah dan mulai memenuhi hobi ngopi lagi dari coffee shop favorit (meski belinya nitip atau pakai layanan online, hahaha), minum teh dan kadang soda *maafkan mama, Nak*. Setelah itu, tinggal guilty pleasure-nya deh.

Daripada saya merasa bersalah, saya buru-buru tebus dengan memperbaiki lagi nutrisi ASI saya dengan mengonsumsi susu khusus ibu menyusui. Ini jujur ya, saya bukan penggemar susu, terutama susu putih. Nggak bakal ketelan sama saya.

Tapi susu Anmum yang rasa coklat itu like a savior. Rasanya enak! Dan lagi, bayi sedang perlu-perlunya nutrisi untuk pertumbuhan otaknya seperti DHA, Omega 3, Omega 6 dan Kolin. Jadi tidak hanya dapat manfaat nutrisinya saja, tapi minumnya juga enjoy. Ibu boleh coba dan buktikan sendiri 🙂

Breastfeeding is Exciting

Buat ibu-ibu yang sedang berjuang menyusui, ingatlah selalu bahwa breastfeeding shouldn’t hurt, it should be exciting. So mums, let’s enjoy our breastfeeding moment, because when it’s done, we’re gonna miss it so much. Happy breastfeeding

omentar

Tinggalkan balasan bunda

Alamat Email Bunda tidak akan dipublikasikan Kolom isian yang penting diisi ditandai

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.