Kenapa Anak Anda Hiperaktif

Kenapa Anak Anda Hiperaktif

Kenapa Anak Anda Hiperaktif- Inilah rahasia dibalik perilaku anak yang hiperaktif ( atau super aktif, atau atraktif ). Meski ia terlahir dari seorang ibu yang lemah lembut, dan ayah yang super kalem.

Ternyata, ada faktor eksternal, atau penyebab dari luar genetis yang memacu seorang anak menjadi hiperaktif. Dan faktor penyebab itu, selama ini tidak disadari oleh kedua orang tuanya, maupun lingkungannya. Maka, ayah-bunda, ada baiknya melakukan instrospeksi, meneliti kembali seluruh proses pertumbuhan anak, dan pola makannya selama ini.

Hasil Penelitian Kenapa Anak Hiperaktif

Studi yang dilakukan sekelompok peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mengumpulkan informasi dari sekitar 1000 anak berusia 8 – 12 tahun. Anak-anak dengan kandungan pestisida di atas rata-rata dalam tubuhnya diketahui memiliki kecederungan dua kali lebih besar untuk terdiagnosa mengalami ADHD, atau hiperaktif.

Penelitian ini memang hanya dilakukan untuk mengetahui dampak pestisida dalam jangka pendek. 

Walaupun termasuk ringan, pestisida dirancang untuk menyebarkan racun dalam sistem, yang awalnya bertujuan untuk membasmi hama. Bouchard menyimpulkan, kaitan antara organofosfat dan gejala ADHD terletak pada reaksi otak ketika tubuh terkontaminasi pestisida yang masuk melalui makanan yang berbahan dasar hasil pertanian terpapar pestisida.

Sedangkan gangguan ADHD mengakibatkan seorang anak memiliki tingkah laku impulsif, sulit berkonsentrasi dan hiperaktif. 

Ayah-Bunda, pasti tidak pernah menyadari masalah ini.

Bahwa paparan pestisida bukan hanya meracuni lambung, sel darah, tetapi ternyata juga berpengaruf kuat pada saraf-saraf otak, yang mengakibatkan anak-anak kita menjadi hiperaktif. Tetapi penelitian di atas sungguh memberi kesadaran baru, bahwa pestisida yang selama ini kita anggap sebagai sahabat ( terutama bagi kalangan petani ) ternyata musuh besar bagi tumbuh kembang anak. Tentu kita semua tidak ingin mengorbankan masa – masa pertumbuhan anak dengan hal-hal yang fatal.

Dari mana anak-anak terpapar pestisida

Menurut penelitian, ada beberapa kemungkinan.

Bunda, selamatkan segera anak-anak kita dari bahaya pestisida, dan segera ambil tindakan dengan menghentikan asupan makanan pad anak dari bahan makanan organik. Berdayakan pula lingkungan sekitar kita untuk budidaya tanaman pangan. Inilah rahasia dibalik perilaku anak yang hiperaktif (atau super aktif, atau atraktif). Meski ia terlahir dari seorang ibu yang lemah lembut, dan ayah yang super kalem.

Ternyata, ada faktor eksternal, atau penyebab dari luar genetis yang memacu seorang anak menjadi hiperaktif. Dan faktor penyebab itu, selama ini tidak disadari oleh kedua orang tuanya, maupun lingkungannya. Maka, ayah-bunda, ada baiknya melakukan instrospeksi, meneliti kembali seluruh proses pertumbuhan anak, dan pola makannya selama ini.

Studi yang dilakukan sekelompok peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mengumpulkan informasi dari sekitar 1000 anak berusia 8 – 12 tahun.

Hasil penelitian

Penelitian ini memang hanya dilakukan untuk mengetahui dampak pestisida dalam jangka pendek. 

Walaupun termasuk ringan, pestisida dirancang untuk menyebarkan racun dalam sistem, yang awalnya bertujuan untuk membasmi hama. Bouchard menyimpulkan, kaitan antara organofosfat dan gejala ADHD terletak pada reaksi otak ketika tubuh terkontaminasi pestisida yang masuk melalui makanan yang berbahan dasar hasil pertanian terpapar pestisida.

Sedangkan gangguan ADHD mengakibatkan seorang anak memiliki tingkah laku impulsif, sulit berkonsentrasi dan hiperaktif.

Ayah-Bunda, pasti tidak pernah menyadari masalah ini.

Tentu kita semua tidak ingin mengorbankan masa – masa pertumbuhan anak dengan hal-hal yang fatal. Sebelum terlambat, sebaiknya kita kembali pada pola makan yang sehat, dan lebih banyak mengkonsumsi makanan organik, yang banyak tumbuh berlimpah di sisi kanan kiri kita.

Darimana anak-anak terpapar pestisida, menurut penelitian, ada beberapa kemungkinan. Berdayakan pula lingkungan sekitar kita untuk budidaya tanaman pangan o.

Tinggalkan balasan bunda

Alamat Email Bunda tidak akan dipublikasikan Kolom isian yang penting diisi ditandai

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.