Cara Mengatasi Anak Tantrum

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Cara mengatasi anak tantrum – Cara mengatasi anak tantrumsering menjadi ketidaktahuan orang tua. Orang tua yang tidak tahu cara mengatasinya dengan benar membuat anak tidak kunjung reda tantrumnya. Bukannya reda, malah membuat tantrum lebih parah dan lebih sering. Orangtua juga malah sering ikut-ikutan tantrum dengan berteriak dan mengancam anak.

Apa itu Tantrum

Sebelum Bunda mengetahui cara meredakan tantrum dan menerapinya, ada baiknya mengetahui dulu apa itu tantrum. Tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika “tujuan” orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.

Tantrum tanda pengembangan karakter

Tantrum adalah salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak tetapi cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum atau amukan dapat dianggap sebagai normal, bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter.

Anak yang tantrum sebenarnya hanya butuh untuk mengenali emosi yang dirasakannya. Sebab anak tumbuh dan memunculkan berbagai perkembangan karakter dan emosi. Ada kalanya anak belum paham emosi apa yang dirasakannya. Apalagi anak belum bisa berkomunikasi atau mengungkapkannya maka Anak tahunya adalah berteriak atau perilaku lainnya.

Tugas Bunda sebagai orangtua adalah membantu Anak untuk mengenali emosi yang dirasakannya. Walaupun anak mungkin belum begitu mengerti kata-kata Bunda. Percayalah secara perlahan ia pasti memahami melalui tatapan mata Bunda, intonasi dan sentuhan Bunda.

Kapan tantrum muncul?

Tantrum sewaktu-waktu dapat muncul atau terjadi. Namun ada beberapa kondisi yang membuat tantrum sering muncul. Kondisi mengantuk atau pada jam-jam seharusnya tidur dan ketika lapar. Pada beberapa kasus juga sering muncul ketika anak merasa kurang mendapat perhatian orangtua. Misalnya ketika orangtua sedang berbicara dengan orang lain, sedang berada di forum atau mungkin sedang bertamu.

Cara mengatasi tantrum

Sekarang Bunda sudah tahu apa itu tantrum. Saatnya untuk mengetahui cara mengatasi tantrum. Ingat yang perlu Bunda selalu pegang adalah kontrol atau pengendalian diri dan emosi bunda. Jangan sampai ikut tantrum bersama anak. Ini tidak menyelesaikan masalah dan bahkan dapat menimbulkan masalah berikutnya.

Berikut ini adalah langkah untuk mengatasi tantrum

1. Segera Alihkan perhatian Anak

Fase temper tantrum tidak langsung terjadi. Bunda bisa melihat tanda-tandanya jika sudah sering menghadapinya. Ketika Bunda sudah tahu tanda tantrum akan muncul, segera alihkan perhatiannya. Dengan demikian tantrum bisa dicegah sebelum terjadi.

Alihkan perhatian anak kepada hal lain yang menarik untuk diamati dan jika perlu dipegang. Beberapa pemerhati Anak menyarankan mengalihkan perhatian ke atas. Bunda bisa alihkan dengan mengamati burung, awan, pesawat atau yang lainnya.

2. Ajak Bicara

Jika Anak masih bisa diajak bicara, segeralah alihkan perhatian Bunda untuk mengajak bicara anak. Segera tanyakan kepada anak apa yang ia rasakan atau inginkan. Jika cara ini masih bisa berhasil, tandanya Anak belum masuk fase tantrum. Tidak semua keinginannya harus dipenuhi. Selalu sertakan pengertian kepada mereka. Walaupun kalau mereka masih belum menerima penjelasan bunda biasanya terjadi tantrum.

3. Amankan Anak Anda

Bagi sebagian orang tua yang belum paham cara mengatasi tantrum, mungkin merasa malu atau hampir putus asa ketika di depan banyak orang. Tenangkan diri Bunda andaikan mengalami hal ini. Langkah pertama dan yang paling penting adalah Bunda, sebagai orang tuanya. Tidak perlu malu atau jaim. Ini semua demi anak Bunda.

Jika terjadi tantrum berupa teriak-teriak, memukul atau merusak sesuatu, segera amankan Anak Bunda ke tempat yang leluasa dan aman. Tempat itu bisa berupa kamar, ruangan atau mungkin tempat yang tidak banyak menarik perhatian orang lain.

4. Dekap dari belakang

Apabila tantrum Anak semakin menjadi, dekaplah ia dari belakang. Jangan dari depan karena Bunda rawan kena pukul atau cakar. Oleh karena itu aman memeganginya dari belakang.

Setelah ia menjadi lebih tenang, Bunda boleh melepas perlahan dekapannya. Sampaikan kepadanya bahwa anak boleh menangis, tetapi hanya sebentar saja.

5. Bantu ia mengenali emosinya

Kemudian bantu Anak untuk mengenali emosi yang dirasakannya. Caranya tatap matanya sambil meletakkan telapak tangan Bunda di dadanya. Katakanya padanya bahwa ia harus tenang. Lalu beritahukan kepadanya apa yang ia rasakan.

Contoh :

“Ssst… . tenang ya nak!” Ucapkan dengan lembut sambil menatap mata dan menyentuh dadanya.

“Kakak marah ya?” Jika kasusnya emosi yang dirasakan adalah marah, maka beritahukan kepadanya bahwa itu adalah emosi marah. Untuk kasus yang lain seperti sedih, ngantuk, lapar, bingung, kecewa dan lain-lain silahkan sesuaikan sendiri.

6. Beritahukan apa yang harus ia lakukan

Setelah anak diberitahu apa yang ia rasakan, maka saatnya untuk mengajarkan kepada mereka bagaimana cara mengatasinya. Misalnya jika anak mengantuk, beritahukan caranya agar mereka bisa tidur.

7. Jangan pernah berbohong atau menyalahkan benda lain

Bunda perlu ingat dan pegang teguh prinsip ini, yaitu jangan sampai orang tua berbohong kepada anak serta menyalahkan benda lain. Anak yang merasa dibohongi akan belajar untuk berkata bohong. Disamping itu kekecewaannya bisa terpendam dan menjadi masalah di kemudian hari.

Sedangkan untuk menyalahkan benda lain sebaiknya dihindari. Cara ini mengajarkan kepada anak agar lepas dari tanggungjawab dan mudah menyalahkan orang lain atau benda yang ada di sekitarnya. Ajarkan mereka untuk jujur dan mengambil sikap tanggungjawab.

Itulah cara mengatasi tantrum pada anak. Semoga cara ini bermanfaat untuk Bunda. Sehingga anak Bunda yang tantrum bisa segera reda.

Satu Komentar

Tinggalkan balasan bunda

Alamat Email Bunda tidak akan dipublikasikan Kolom isian yang penting diisi ditandai

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.